Friday, 6 May 2016

WOW! INILAH fakta tentang Gunung Everest.


WOW inilah fakta tentang Gunung Everest.

Gunung Everest adalah gunung terticarriel
 dunia (dpl) pada 8,848m (29,029 kaki), dan sekali tampaknya dapat diatasi.
Kami telah mengumpulkan beberapa informasi menarik dan menakjubkan tentang Gunung Everest untuk pertimbangan Anda. Mungkin Anda akan mempertimbangkan datang untuk melihat sendiri... Jika jadi hubungi kami.
"Ongkos pendakian ke Everest turun 50% tahun ini!!"

nama awalnya puncak Everest XV: tahun 1865 puncak XV dinamai untuk menghormati Jenderal Surveyor India, George Everest.Nepalese
Nama: Sagarmatha ' dahi (atau Dewi) dari nama Sky'Tibetan: Chomolungma ' Ibu Dewi dari Universe
Fakta gunung Everest
tidak terkenal sampai 1856: tidak ada yang tahu bahwa Everest adalah gunung tertinggi di dunia sampai tahun 1856, Kapan trigonometri Survey of India besar didirikan puncaknya. Secara teknis tidak tertinggi! Meskipun Gunung Everest adalah gunung tertinggi di atas permukaan laut, Hawaii Mauna Kea adalah tertinggi dasar-untuk-puncak gunung: 10,210m (33,500 kaki), 4.205 m (13,796 kaki) di atas permukaan laut.
Gunung Everest adalah Gunung muda! — geologis berbicara: Gunung Everest adalah hanya sekitar 60 juta tahun. Itu naik 40cm abad! Himalaya yang dibentuk oleh pengangkatan dari Lempeng Eurasia oleh pelat India di bawah. Everest tumbuh sekitar 4mm (0.2") setahun.

Kerasnya iklim di Everest
Lihat Everest dari Gokyo Ri dengan doa bendera suhu terendah pada puncak adalah 40 ° C (-40 ° F); dengan angin dingin-60 ° C (-76 ° F)! Bulan terdingin: Februari — rata-rata-27 ° C (-17 ° F) lebih dari 7, 500mWarmest bulan: Agustus — rata-rata 20 ° C (4 ° F) selama 7, 500mSnow baris: dari 5.300 m (17,400 ft) ada salju dan es sepanjang tahun. Zona mati di Gunung adalah di atas 8.000 m (26.000 kaki), yang mana oksigen tidak mencukupi untuk menopang kehidupan manusia (25% dari permukaan laut). 844m Everest adalah di zona mati. Baca juga "7-hari berpetualang di basecamp Evrest"

Dua cara utama pendakian di Everest yaitu: punggungan Tenggara dari Nepal (lebih mudah dan lebih populer) dan Ridge Utara dari Tibet, China.Two (turis) base camp: ada dua Everest base camp (EBCs) di bawah garis salju "sisi Nepal dan Cina". Jumlah puncak memanjat: lebih dari 5.000 oleh lebih dari 3.000 peopleClimbed tahunan: setahun terakhir yang tidak ada yang naik ke puncak Everest adalah 1974.Litter: 120 + ton, termasuk oksigen tank, tenda dan kit lainnya.


Usaha pendaki pertama menuju puncak Everest
upaya yang terkenal oleh tim Inggris: 1921 (termasuk George Mallory) pertama KTT pendakian? George Mallory, 38, dan Andrew Irvine, 22, menghilang dalam perjalanan mereka ke puncak pada tahun 1924. Irvine es axe ditemukan pada tahun 1933 8,461 m (27, 760ft). Mallory mayat ditemukan pada tahun 1999 di 8,157m (26, 760ft). Apakah mereka mencapai puncak masih merupakan misteri.

Kematian pada upaya menuju puncak Everest
 kematian: sekitar 1/15 untuk area paling berbahaya upaya (lebih dari 200 kematian; diketahui jumlah tepat) KTT di Everest: Khumbu Ice Fall — 19 + kematian yang besar.

penyebab kematian: longsoran, diikuti oleh fallsFirst direkam kematian: 1922 — tujuh Sherpa Porter dibunuh oleh longsoran pada sebuah ekspedisi Inggris.
"Baca juga (keindahan gunung guntur yang terkenal degn gunung padang pasir)

Rekaman pendakian summit (pertama)

Pertama dikonfirmasi pendakian : 1953 - Edmund Hillary , NZ , dan Sherpa Tenzing Norgay , Nepal ( Norgay telah mencoba ke puncak enam kali sebelumnya . ) Amerika pertama ke puncak : James Whittaker , 1963First pendakian perempuan : 1975 - Junko Tabei ( Jepang ) KTT pertama tanpa botol oksigen : 1978 - Reinhold Messner (Italia ) dan Peter Habeler ( Austria ) , pada bulan Mei, 1978. Messner summited solowithout botol oksigen dalam 1980.First pendakian musim dingin : Februari 1980 - Leszka Cichy dan Krzysztof Wielicki ( Polandia ) perjalanan pertama dari permukaan laut ke puncak : 1990 - Tim Macartney - Snape ( Australia ) tanpa botol oxygenFirst buta summiteer : Erik Weihenmayer ( AS) pada tahun lalu

"Baca juga catatan terburuk 10 pendakian ke everest berujung dengan kematian"

Terkemuka rekaman summit (Everest) pertama
Lainnya Summit atas pengalaman pertama!!
Pasangan pertama menikah di puncak : Pem Dorjee Sherpa dan Moni Mulepati pada 30 Mei , 2005.First ke puncak setelah melanggar tiga tulang : Beruang Grylls , summiteer selebriti paling terkenal , dan Brit termuda ke puncak pada tahun 1998 berusia 23 , juga terbang di atas puncak dalam paraglider bertenaga di 2007.First obor Olimpiade Mei 8 , 2008, sebelum Olimpiade Beijing 2008 ; diterangi oleh sekelompok Cina mountaineersFirst menciak : dikirim oleh Kenton Cool in 2011 - " Everest KTT ada 9. 1 tweet dari puncak dunia berkat sinyal 3G lemah ! "

Catatan berkaitan dengan usia.

Pendaki puncak laki-laki tertua: 80 tahun Yuichiro Miura Jepang pendaki puncak wanita tertua 2013 (juga pada 70 dan 75): Tamae Watanabe, 73, Jepang pendaki puncak 2012.Youngest: Jordan Romero (AS, laki-laki, 13 tahun 2010) dan Malavath Purna (India, laki-laki, 13 di 2014; satu bulan lebih muda dari Romero) Catatan untuk nomor pendakian paling puncak pendakian: 21 setiap oleh Sherpas : Apa Sherpa (termasuk 3 kali di tahun 2007) dan Phurba Tashi (hampir setiap tahun antara 1990 dan 2011).
Pendakian-pendakian lima sejak 1990: anak Sir Edmund Hillary, Peter Largest kelompok untuk mendaki Everest: 410-anggota tim Cina pada tahun 1975.
Keturunan keturunan tercepat: Terakhir — Jean-Marc Boivin (Perancis) pada paraglider di keturunan ski 1988.First: 2000 — Davo Karnicar (Slovenia)


Fakta ekspedisi.
Rata-rata biaya ekspedisi puncak: 30.000 USD per orang termasuk pemerintah sherpasNepal Everest izin biaya: 10.000-25.000 USDChinese pemerintah Everest izin biaya: teknis gratis, tetapi Cina agen perjalanan (seperti kami) harus mengajukan permohonan untuk oksigen documentsBottled: biasanya diperlukan dari 7.900 m (26.000 kaki), menjadikan terakhir 900m (3.000 kaki) mungkin untuk kebanyakan pendaki (rata-rata USD 3.000) puncak ekspedisi Durasi: rata-rata 2 bulan , termasuk mendapatkan sana dan kembali. Aklimatisasi Sherpas yang direkrut untuk membawa kit: Sherpas adalah orang-orang nomaden Nepal Timur, yang juga menggunakan "Sherpa" sebagai nama terakhir mereka. Biasanya nama pertama mereka adalah pada hari Minggu di mana mereka lahir. Sherpas dapat menderita penyakit ketinggian seperti orang lain, tapi cenderung kurang.

Wisata untuk melihat Everest.
Apakah Anda seorang pendaki gunung yang ingin melihat lebih banyak dari Tibet, atau wisatawan biasa yang ingin melihat puncak paling terkenal di dunia dari kejauhan, kami dapat membantu Anda.
Kami adalah ahli di tours penjahit membuat untuk kebutuhan pelanggan.

Baca:
Inilah: Tips dan Cara mencuci Tas carriel

"Baca juga catatan terburuk 10 pendakian ke everest berujung dengan kematian"

Thursday, 5 May 2016

Tragedi Pendakian Everest yang berakhir dengan kematian!!

Tragedi Pendakian Everest yang berakhir dengan kematian!!

sebuah panggung besar yang mempertontonkan segala ketamakan dan keserakahan manusia dalam menghadapi alam.

Tragedi Terbaru Yaitu Di Tahun 2014
Sherpa pendaki merupakan setengah pemandu, setengah kuli, setengah asisten pribadi, setengah pembimbing, dan setengah pelindung. Tugas mereka kadang termasuk mengangkut peralatan atau menyajikan sarapan di tempat tidur. Tinggi tumpukan uang mereka pada hari upah biasanya tergantung pada jumlah beban yang dibawa dan jumlah perjalanan yang dilakukan antara kemah. Pada pukul 6.45, 18 April 2014, bongkahan es raksasa terlepas dari gletser gantung di bahu barat Gunung Everest dan menggemuruh turun 300 meter ke Khumbu Icefall atas, menewaskan 16 pekerja gunung, 13 di antaranya Sherpa dan tiga dari suku Nepal lain dan mencederai delapan orang. Ini kecelakaan terparah dalam seratus tahun sejarah pendakian puncak ini.



Everest adalah saksi hidup dari ketabahan dan keuletan manusia, juga keberanian dan tekad.
Gunung ini sekaligus merupakan sebuah panggung besar yang mempertontonkan segala ketamakan dan keserakahan manusia dalam menghadapi alam. Everest, berawal sebagai tempat suci kemudian dilecehkan oleh sekelompok orang berduit yang cukup tolol untuk mengerek mereka sampai ke puncaknya. Selama 150 tahun sejarah mencatat sejumlah peristiwa mengerikan yang terjadi di tempat para Dewa ini, inilah 10 catatan paling buruk dari tragedi pendakian Everest:

10. Longsor di North Col

Ekpedisi paling awal dari para Inggris terjadi pada tahun 1922. Pada 7 Juni, rombongan yang terdiri dari George Mallory, dua rekan senegaranya, dan 14 orang sherpa sedang berjuang menembus salju setinggi pinggang dewasa mereka, mendekati puncak Utara pada ketinggial 7.000 meter, mereka mendengar gemuruh kencang longsor dari atap Everest diikuti longsoran salju yang meluncur ke arah mereka. Longsor besar tersebut menyapu sembilan orang porter, membawa mereka ke dalam celah jurang yang dalam. Menakjubkan mereka berhasil menemukan 2 dari porter tersebut dalam keadaan hidup, untuk kemudian terpaksa meninggalkan jasad 7 lainnya di sana. Mallory menyalahkan dirinya untuk kecelakaan tersebut, kemudian Ia menulis kepada istrinya, Ruth, "Tidak pernah ada kewajiban yang saya ingin sekali lakukan demi sebuah penghormatan yaitu mengurus mereka para korban."

9. Kereta di Everest


Kejadian ini dapat diperdebatkan karena mungkin bukanlah tragedi yang masuk dalam kategori yang sama dengan lainnya. Orang Tibet, benar-benar khawatir terhadap rel kereta yang dibangun Tiongkok yang kala itu menyambungkan Beijing dan Lhasa, dan rencananya akan meluas hingga bisa menempuh Everest dengan menyambung transportasi mobil dalam jarak yang sangat dekat. Hal ini ditakuti hanyalah akan menambah masalah yang sudah ada di daerah tersebut.

Jalur kereta tersebut menyebabkan kontroversi tentang membanjirnya turis dan migrasinya suku Han Tiongkok ke dalam area Tibet. Pada 2007, turis yang menyambangi Everest sisi Utara mencapai 27.476 jiwa, dua kali lipat jumlah turis dari tahun sebelumnya. Pada 2010, Pemerintah Tiongkok memulai pembangunan sambungan rel pertama menuju kota terbesar kedua di Tibet, Shigatse, menuju ke Himalaya. Jumlah kenaikan turis Tiongkok di area ini menyebabkan lautan protes berdarah di Lhasa dan berujung terhadap penangkapan oleh pihak berwajib hingga ke Base Camp Everest.

Sementara, Tiongkok memuji daerah ini sebagai sebuah peluang ekonomi yang baik bagi mereka, para bhiksu-bhiksu Tibet di negara-negara tetangga India tersebut melanjutkan protes mereka terhadap tekanan-tekanan keagamaan, pelanggaran hak asasi manusia, dan tindakan pengasingan pemimpin mereka, Dalai Lama, dengan cara membakar diri di jalan. Peristiwa ini pantas ada di no. 9 dalam daftar tragedi terburuk Everest.

8. Kecelakaan di punggungan Barat

Pada 1974, sebuah ekspedisi ambisius yang dipimpin oleh seorang berkewarganegaraan Prancis Gerard Devouassoux, wakil walikota Chamonix, berencana untuk melakukan pendakian menempuh jalur punggungan Barat Everest. Catatan sejarah mencatat bahwa pendakian ke puncak melalui jalur ini pertama kali dilakukan oleh Willie Unsoeld dan Tom Hornbein pada musim pendakian tahun 1963. Namun tim ini melakukannya dengan banyak variasi jalur, artinya mereka tidak mendaki seluruh punggungan sisi Barat Everest. Devouassoux dan 19 anggota ekspedisinya berniat untuk melakukan pendakian dengan hanya menempuh jalur seluruh punggungan.

Mereka tiba pada akhir Agustus, sambil berharap untuk angin musim yang biasanya menimbun salju yang tidak stabil di daratan gunung untuk bergeser. Mereka tahu bahwa berharap pada cuaca adalah sebuah perjudian, tapi kekalahan bukanlah sesuatu yang mereka masukkan dalam daftar rencana ekspedisi. Sayangnya, angin musim kembali datang ketika para pendaki ekspedisi ini menyebar di tiga perkemahaan berbeda di atas Everest. Pada malam hari di 9 September, sebuah longsoran besar menyapu tenda-tenda mereka, mengubur Devouassoux dan 5 Sherpa-nya. Mereka tak pernah bisa ditemukan. Kejadian ini menjadi peristiwa terburuk di atas puncak Everest. Selama lima tahun ke depan, para pendaki menghindari jalur ini.

7. Menghilangnya Boardman dan Tasker

Pada 1982, ketika duo Inggris Peter Boardman, seorang instruktur pendakian dan Joe Tasker bekas pelajar seminar, berencana untuk menaklukkan The Pinnacles, tebing-tebing menyeramkan seperti gigi hiu yang terletak di sisi Utara Everest di ketinggian hampir 7900m, mereka berdua merupakan dua di antara pendaki yang paling terkenal saat itu. Terkenal dengan strategi pendakian bergaya Alpin dengan kemampuan fisik danmountaineering menakjubkan.

Selain terkenal karena prestasi dan kemampuan, mereka juga terkenal akan rasa humor yang tinggi dan dikenal membuat "hidup" suasana di Base Camp. Pada 17 Mei, pasangan ini meninggalkan perkemahan menuju Northeast Ridge, dan, setelah 14 jam mendaki di atas 8.000 meter tak pernah ada terdengar kabar dari mereka lagi. Tidak pernah jelas apa yang sebenarnya terjadi setelah itu. Pada tahun 1992, sebuah tim pendaki Kazaktan menemukan jasad Boardmans duduk dalam damai dekat salah satu dasar tebing. Joe Tasker tak pernah terlihat hingga kini.

6. Tragedi Longsor Es

Tahun 1970 merupakan tahun yang sangat sibuk di Everest. Beberapa ekspedisi besar bermarkas di sisi Selatan, termasuk ekspedisi ski tim Jepang yang berisikan Yuichiro Miura.

Lebih dari 150 manusia mengantri melewati Khumbu Icefall, yang terkenal lautan es yang paling tidak stabil yang paling ditakuti oleh para pendaki di jalur Selatan. Pada tanggal 5 April, bongkahan besar es longsor dan menyapu para Sherpa dari ekspedisi ski tim Jepang. 6 dinyatakan hilang. Itu adalah kejadian terburuk yang menimpa para Sherpa sejak tim ekspedisi Inggris pada tahun 1922. Kejadian ini kembali membuka mata dunia tentang risiko tinggi para Sherpa yang bekerja di Everest.

5. Seorang Pemandu Gunung yang Sembrono

Pada bulan Mei 2004, seorang ahli Patologi dari Alexandria, Virginia, bernama Nils Antezana mencapai puncak Everest melalui rute Punggungan Selatan. Sebuah pendakian panjang dan sulit, ia memakai jasa seorang pemandu yang bernama Gustavo Lisi untuk membantu pendakiannya. Akan tetapi, dalam perjalanan turun Antezana mengalami gangguan orientasi, kemungkinan terserang penyakit ketinggian kemudian pingsan dekat area The Balcony, beberapa ratus meter dari perkemahan tertinggi. Setelah usaha untuk menyadarakannya gagal, Lisi dan kedua Sherpa meninggalkannya untuk kemudian menuju perkemahan. Lisi, yang kemudian menerangkan bahwa dia sudah "habis" tenaga tidak melaporkan tentang kondisi kliennya tersebut di Camp 4. Ketika keesokan harinya para pendaki menuruni punggungan gunung, mereka menemukan bahwa Antezana telah menghilang dari tempat terakhir dia ditinggal. Ini adalah kali pertama kasus kecelakaan yang melibatkan pendaki dan penunjuk jalan bayaran. Penyelidikan yang dilakukan keluarga atas kelalaian Lisi pun dilakukan, akan tetapi reputasinya sebagai penunjuk jalan di Everest sudah hancur, cerita ini mengangkat selubung kabut yang menutupi pendakian komersial saat itu hingga kini.

4. Turun yang Mematikan

Pada 1998, seorang kelahiran Hawai Francys Arsentiev yang berusia 41 tahun menjadi wanita pertama Amerika yang mencapai puncak Everest tanpa bantuan oksigen. Ia menempuh jalur utara bersama suaminya, Sergei, akan tetapi pendakian ini mesti dibayar dengan sangat mahal.

Pada saat dalam perjalanan menuruni Everest, dalam kegelapan pasangan ini terpisah. Sergei tidak dapat menemui Francys pada perkemahan pertama, Ia mengira bahwa sang istri telah lebih dulu turun. Segera mengumpulkan oksigen dan alat medis, Sergei berencana naik kembali mencari Francys keesokan pagi. 48 jam berikutnya sangatlah mengerikan, bahkan untuk ukuran standar di Everest. Tim pendakian dari Uzbekistan menemukan Francys, terkena radang dingin dan setengah sadar, di sebelah Utara Everest, hampir selama satu jam mereka berusaha menyadarkan Francys namun gagal dan kemudian meninggalkannya di sana.

Insiden serupa terjadi ketika Cathy O'Dowd dan Ian Woodall menemukan Francys dalam perjalanan mereka turun. Mereka menemukan Francys dalam keadaan hidup namun gagal menyadarkannya dengan segala daya upaya. Kampak es dan tali milik Sergei ditemukan di sekitar jasad Francys, Sergei jatuh menemui kematiannya dalam usaha menyelamatkan sang istri.

3. Seorang Pendaki yang Ditinggalkan hingga Kematiannya

Pada 2006, pendaki solo Inggris bernama David Sharp menjadi fokus dari salah satu kontroversi yang hebat dan panjang dalam sejarah Everest. Pada dini hari tanggal 14 Mei, Sharp ditemukan dalam keadaan hampir pingsan di sebuah ruang sempit di Timur Laut punggungan Everest. Sharp merupakan pendaki solo berbajet kecil dan pendaki tanpa sponsor, karena itu tak ada yang melaporkan kehilangannya dan butuh beberapa hari hingga orang-orang sadar siapa pendaki pingsan itu.
Kejadian lebih buruk terjadi minggu kemudian ketika seorang pendaki Australia bernama Lincoln Hall ditemukan dalam situasi yang kurang lebih sama. Apakah ada hal yang lebih bisa dilakukan demi menyelamatkan Sharp? Apakah ada sebuah kewajiban moral yang mengharuskan para pendaki untuk menolong seorang asing yang sekarat di puncak gunung sana? Pada akhirnya Sharp hanya menjadi pelaku utama dan simbol dalam cerita sebenarnya Everest.

Anggota tim Hilaree ONeill menyeberangi jembatan tangga aluminium yang diikatkan di atas celah di Khumbu Icefall. Dipandang sebagai salah satu bahaya di Everest yang paling sulit ditebak, tempat ini merupakan labirin balok yang tajam dan longgar, yang senantiasa bergeser. Bahaya ini tidak mengurangi padatnya pendaki ke Everest seperti yang tertuang dalam NGI Juni 2013.. (Andy Bardon)

2. Menghilangnya Mallory dan Irvine

Pada tahun 1924 ekspedisi Everest nampak begitu meyakinkan. Ini adalah perjalanan ke-3 Mallory dan ia percaya bahwa ia telah menguasai hampir semua rute Everest, puncak terlihat sudah dalam genggamannya. Mallory begitu yakin dan berniat bahwa ini akan menjadi perjalanan terakhirnya di Everest. Partner pendakiannya kala itu adalah Andrew "Sandy" Irvine, seorang pendaki yang sebenarnya masih minim pengalaman namun Mallory yakin karena menilai dari fisik dan kemampuan mekanik Irvine, ia adalah seorang ahli sistem oksigen. Keduanya terakhir terlihat pada 8 Juni, sekitar jam 1 siang, oleh Noell Odell, pendaki ekspedisi Mallory yang menempuh jalur lain pada perjalanan ini.
Jasad Mallory ditemukan pada tahun 1999, tak berdaya dan terjaga kondisinya tinggi di sisi Utara. Nampak patah tulang menjadi indikasi ia mengalami kejatuhan yang fatal. Irvine tak pernah ditemukan.

1. 1996

Angka statistik yang menunjukkan 8 kematian dalam satu badai termasuk seorang penunjuk jalan dan 2 pemimpin ekspedisi dan 12 total dalam musim pendakian 1996 menjadikan tahun ini sebagai tahun pendakian terburuk dalam sejarah Everest.
Legenda ini telah diceritakan dan diceritakan kembali oleh banyak orang dan dari perspektif yang berbeda. Banyak kesimpulan negatif yang ditarik dari cerita-cerita pendakian Everest musim itu terutama oleh Jon Krakauer, seorang jurnalis dalam penugasan oleh Outside yang juga menjadi salah seorang yang selamat dari tragedi musim itu. Kompetisi perusahaan-perusahaan komersial, populasi pendaki yang terlalu memenuhi Everest, menjadi akar permasalahan yang berujung korban jiwa di Puncak Tertinggi Dunia. Menjadi pengingat yang dramatis bagi siapa saja yang ingin mengasi rejeki di Everest. Banyak perbaikan yang telah dilakukan sejak tragedi ini, komunikasi menjadi lebih dapat diandalkan. dan kerja sama di antara pendaki dan perusahaan pendakian membaik, dan secara umum sarana dan infrastruktur sejak perkemahan awal hingga puncak Everest.

Tentunya, upaya ini tidak pasti bisa menghalangi bencana lain yang akan terjadi di masa depan, akan tetapi semua orang dan profesional yang memelihara Everest bekerja keras demi mencegah terjadinya hal yang lebih buruk.

Sunday, 13 March 2016

Ongkos pendakian Evrest turun 50% tahun ini!!

Assalamualaikum.


 

Salam lestari, hari ini kami punya info menarik buat para pendaki yaitu Ongkos pendakian ke gunung tertinggi di dunia, Everest, dari Nepal diturunkan lebih dari 50% mulai januari. Hal ini sangat menggembirakan bagi para pendaki yang mempunyai ke inginan untuk mendaki MT.Everest.

Saat ini pemerintah Nepal menetapkan biaya royalti untuk mendaki Everest bagi warga asing sebesar US$11.000 atau sekitar Rp137 juta. Ongkos resmi tersebut berlaku untuk periode pendakian musim semi.

Menyenangkan bukan, biaya pendakian ini jauh lebih murah dibanding biaya sebelumnya US$25.000 
Biaya pendakian selama musim gugur juga diturunkan dari US$12.500 menjadi US$5.500 per orang. Adapun biaya pendakian selama musim dingin dan musim panas diturunkan dari US$6.500 menjadi US$2.750.

Perubahan harga bagi pendaki warga Nepal sudah diberlakukan sejak Februari tahun 2014, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di Nepal, Mahesh Acharya.

Mereka hanya diharuskan membayar 15% lebih kecil dibanding biaya yang dikenakan kepada pendaki asing.



Pemerintah berharap pengurangan biaya pendakian dimaksudkan untuk menarik lebih banyak pendaki pada tahun-tahun mendatang.

Namun beberapa pendaki menyampaikan kekhawatiran bahwa puncak Everest sudah terlalu padat dengan pendaki.

Terimakasih atas kunjungannya.

Thursday, 10 March 2016

Turtorial Dasar Tehnik Panjat Tebing Bagian 2

Salam lestari, jumpa lagi dengan kami di http://kampoengbesama.blogspot.com
Kali ini kami akan meneruskan artikel yang sebelumnya pernah kami berikan.
Artikel ini adalah lanjutan dari tutorial dasar tehnik panjat tebing, kami harapkan artikel ini berguna untuk anda.


1) Tehnik berpijak pada hold  miring yang benar



untuk melatih tangan dan kaki pada hold yang tipis, carilah slab (tebing licin dan hampir rata tetapi tidak curam) agar mampu menguasai teknik penggunaan tangan dan kaki pada berbagai macam bentuk dan ukuran hold

Pemula cenderung meraih hold atau crack yang terlalu jauh dan di luar jangkauan normal, akibatnya ia harus “ngotot” dan mengeluarkan banyak tenaga. Tidak jarang keseimbangan menjadi terganggu. Jika kaki atau tangan digerakkan terlalu jauh bukan tidak mungkin titik keseimbangan tergeser, karena tumit ikut terangkat.Akibat lebih jauh dati tergesernya keseimbangan, terpaksa “terjun” bebas ke bawah.

Bagi pemula meraih pegangan yang terlalu jauh bisa berakibat fatal Seorang pemanjat yang baik dapat diibaratkan gerakannya sebagai gerakan seekor kucing tanpa bersuara dan cekatan.Jika kita sudah mampu Inelakukan itu, hal ini berarti sudah melakukan hal yang benar.

Untuk bergerak seperti itu, pilihlah hold dengan hati-hati. Kemudian tempatkan kaki dan tangan pada posisi yang benar serta mantap, tanpa menimbulkan suara berisik, tanpa kegaduhan, dan tanpa melakukan gerakan yang tidak perlu.


Ada “aksioma” yang berlaku dalam olahraga panjat tebing, yaitu “tiga kuat satu mencari”. Tiga dimaksudkan sebagai tumpuan yang kuat di tebing dan satu sebagai pencari tumpuan. Dua tangan berpegang kuat dan mantap, satu kaki berpijak dengan mantap pula. Posisi seperti ini memungkinkan satu kaki yang lain bergerak untuk mencari pijakan. Untuk memindah kan tangan, maka dua kaki berpijak dengan mantap dan satu tangan berpegang kuat. Begitulah seterusnya

Sebelum bergerak, pastikan bahwa posisi sudah mantap. Pada posisi seperti ini jika salah satu pijakan atau pegangan terlepas oleh suatu hal, keseimbangan tubuh masih terjaga kecuali jika posisinya “dua kaki satu tangan”, maka pegangan terlepas, akan mengakibatkan kecelakaan. Ini penting diperhatikan karena pemula sering membua( gerakan yang tidak perlu, sehingga kehilangan keseimbangan dan bisa berakibat fatal.

Untuk melatih agar trampil ddlam mempergunakan tangan dan kaki, berlatihlah di slab atau di tebing yang banyak terdapat crack, meskipun crack dan hold yang kita jumpai hanya cukup untuk menempatkan ujung sepatu

Bicara tentang jenis pegangan dan pijakan, maka crack merupakan jenis yang terbaik buat pemanjat tebing. Crack bisa terjadi pada permukaan tebing karena proses alami. Crack yang terjadi bisa miring, horisontal dan vertikal. Namun demikian, kesulitan dapat terjadi pada waktu mempergunakan crack sebagai pijakan. Kaki yang terjepit sukar dilepaskan dari crack ketika akan bergerak naik atau menyamping (traverse). Apalagi jika crack itu miring dan sepatu terjepit dengan keras oleh gerakan kita di crack. Untuk itu penempatan kaki pada crack perlu diperhitungkan dengan cermat.

Selanjutnua kita akan menyimak tehnik menuruni tebing, tehnik ini harus benar benar di kuasai oleh anda karena saat menuruni tebing kesalahan sekecil apapun berakibat sangat fatal, simak tehnik menuruni tebing di bawah ini.

2) Tutorial Dasar Tehnik Menuruni Tebing


Meskipun kita mempelajari berbagai teknik memanjat, namun yang tidak boleh dilupakan ialah teknik menuruni tebing dengan merayap. Ini perlu, mengingat padaasus tertentu kita “dipaksa” oleh tebing untuk melakukan gerakan turun ini. Tanpa berlatih khusus teknik menuruni tebing, suatu saat kesulitan akan menghadang ketika kita.menuruni tebing yang telah kita panjat. Kesulitan ini karena tidak dapat melihat hold atau crack di bawah kita.


Untuk dapat menuruni tebing, posisi tubuh harus dijaga agar tetap seimbang. Agar lebih mudah, bergeraklah ke samping. jangan tegak lurus, sebab akan sulit melihat hold atau crack di bawah kita. Gerakan menyamping ini lebih aman daripada langsung ke bawah meskipun kadang-kadang sulit untuk menempatkan kaki pada hold atau crack. Apalagi jika tebingcukup curam

bererlatih menuruni tebing, lebih-lebih yang sulit, akan menambah kepercayaan terhadap diri sendiri. Pada suatu saat ketika memanjat rute yang sulit, kita terpaksa turun lagi dengan merayap untuk beristirahat atau mengatur strategi pemanjatan selanjutnya, jarang ada pemanjat yang dapat melewati rute sulit dengan sekali “gebrakan”. Penempatan kaki, pegangan dan pengaman memerlukan strategi yang baik agar gerakan memanjat dapat “terangkai” dengan baik.

jika tidak terbiasa dengan latihan ini biasanya pemanjat akan grogi lebih-lebih di medan yang belum dikenalnya manakala cuaca tiba-tiba berubah buruk.

Terimakasih atas kunjungannya.
Baca: turtorial dasar tehnik panjat tebing bagian 1

Turtorial Dasar Tehnik Panjat Tebing bagian 1

Assalamualaikum, terimakasih atas kunjungan anda.


Dalam artikel ini kami akan membahas "turtorial dasar tehnik panjat tebing" artikel ini merupakan tehnik dasar panjat tebing bagan ke 1 (pertama) kami sarankan agar anda memahami dengan teliti.

Sebagai pemula yang ingin mencoba salah satu olahraga yang sangat menantang adernalin kita ini, alangkah baiknya kita di haruskan mengetahui tehnik dasar memanjat tebing. Karena jika kita tidak mengetahui dasar-dasar tehnik memanjat itu akan berbahaya bagi anda.
Oleh karena itu kami mengajak anda untul mengenal "Dasar-Dasar tehnik memanjat tebing.


Kaki merupakan titik utama yang harus diperhatikan dalam memanjat tebing. Setelah itu baru lah tangan kita yang bekerja untuk memanjat sebuah dinding.
Sebenarnya kedua tangan itu bisa dikatakan hanya berfungsi untuk keseimbangan tubuh kita. kedua tangan kita tidak terlalu menerima beban berat karena kedua kaki kita lah yang menjadi tumpuan beban berat yang akan anda rasakan ketika memulai kegiatan memanjat tebing.

Kami akan memberikan contohnya: ketika menaiki anak tangga yang disandarkan di dinding dengan posisi miring. Disini kedua tangan boleh dikatakan hanya berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh. Posisi ini membuat kedua tangan tidak menerima beban berat tubuh

Jika kekuatan kedua tangan dipergunakan untuk menaiki anak tangga, artinya memberi beban pada keduatangan tanpa peduli akan tumpuan kedua kaki di anaktangga yang sudah stabil, maka dalam jarak yang tidakterlalu jauh tenaga akan terkuras habis dan tangan menjadi tegang.

Prinsip ini juga berlaku pada waktu memanjat tebing. Kebanyakan pemula cenderung mempergunakan kedua tangan sebagai titik tumpuan yang utama tanpa percaya pada kedua kaki sebagai penumpu berat tubuh di tebing. Yang perlu diperhatikan oleh para pemula ketika memanjat tebing ialah kombinasi antara kekuatan tangandengan penempatan titik keseimbangan. Gunakan sebaik mungkin setiap hold (pegangan, pijakan) yang ada.

Batasi penggunaan tangan hanya untuk pengatur keseimbangan tubuh. Kecuali pada tempat tertentu yang menuntut kekuatan tangan semata. Penempatan kaki yang baik bukan saja menghemat tenaga, tapi juga menjadikan gerakan si pemanjat lebih indah dipandang mata.

Sebagai pemula, berlatihlah di tebing yang tidak terlalu curam dan rendah. Untuk menjaga keamanan, pastikan bahwa batuannya tidak labil, tidak mudah runtuh. Berlatihlah secara teratur dan hati-hati; ini yang penting diperhatikan. Biasanya pemula cenderung untuk tergesa-gesa dalam bergerak di tebing, akibatnya sering terjadi kecelakaan. Selain itu, pemula cenderung untuk memanjat tebing yang tinggi karena dianggap mudah tanpa menghiraukan sistem pengaman pemanjatan (belaying system). Mereka. pemula, bangga jika dapat mencapai puncak tebing lewat rute mudah tanpa tali pengaman. Padahal inilah kecenderungan yang salah dan berbahaya

Pada waktu berlatih, pelajarilah cara
penempatan kaki pada hold dan crack (rekahan di permukaan tebing). Pertimbangan pertama dalam hat penempatan kaki adalah gerakan selanjutnya. Penempatan kaki yang “pas” akan membantu keseimbangan dan memantapkan ge rakan selanjutnya. Pertimbangan kedua, melalui insting sehingga kita dapat bergerak dengan alami dari hold dan crack yang satu ke yang lain. Gerakan insting ini hanya dapat terangkai dengan baik apabila dilatih terus-menerus dan teratur.

jika kebetulan menemui hold yang tipis dan tajam seperti sisi meja,pergunakan sisi sepatu teristimewa jika mempergunakan sepatu khusus panjat tebing sehingga kontak antara kaki dan tebing semakin banyak. Dengan cara ini pula kaki akan lebih rapat ke tebing. Dalam ke-adaan ini kecenderungan kaki untuk menekuk pada gerakan selanjutnya berkurang sehingga memperkecil kemungkinan terpeleset.Pada tempat yang membulat dan miring (rounded), usahakan agar tumit tetap rendah dan. di bawah horisontal hold semacam itu. Posisi ini akan membuat pijakan semakin mantap dan subil karena gaya gesek tapak sepatu menjadi maksimal. Untuk itu, latihlah tumit dengan cara berjingkat-jingkat atau membengkok-bengkokkannya.

Terimakasih atas kunjungannya semoga artikel ini bermanfaat untuk anda semua.
Salam lestari
Baca: turtorial dasar tehnik panjat tebing bagian 2

Wednesday, 9 March 2016

SURVIVE: Pedoman Cara Mencari Makanan dan Air Minum di Hutan

SURVIVAL

Assalamualaikum jumpa lagi dengan kami. "salam lestari" kami ucapkan kepada para pengunjung blog kami.

Pedoman Penting Mencari Makanan dan Minuman di Hutan

Jika anda berpetualang di hutan belantara kemudian tersesat, resiko seperti ini harus dimengerti terutama bagi petualang pemula. Oleh karena itu sebulum menjelajah anda harus membekali diri dengan pengetahuan dasar bagaimana cara bertahan hidup di hutan.

Pengetahuan ini dinamakan Teknik Survival atau Bertahan Hidup. Untuk bertahan hidup ada beberapa kondisi minimum yang harus dimiliki oleh seorang petualang, terutama dalam hal mencari dan menemukan makan dan minum di hutan belantara.

Anda dilarang asal-asalan memilih calon sumber makanan jika berada di hutan. Karena calon sumber makanan itu harus lolos seleksi dahulu supaya tidak mengakibatkan beberapa hal yang membahayakan, misal: keracunan, gatal-gatal, alergi, infeksi, mual, mencret bahkan yang fatal dapat mengakibatkan kematian.



Menemukan Makanan di Hutan

Berikut beberapa pedoman penting kita menemukan calon sumber makanan kita di hutan:
1.  Pilih tumbuhan yang dimakan monyet/kera.
Secara genetik primata ini yang paling menyerupai manusia, otomatis makanan yang mereka makan akan lebih mudah diterima oleh pencernaan kita.
2.  Anda dapat mencari atau berburu hewan
Misal: Ayam hutan, burung, jangkrik, serangga, kelelawar, katak, tikus, cacing dll
3.  Hindari tumbuhan berbulu.
Tumbuhan berbulu, tidak bisa dicerna oleh organ pencernaan manusia. Kalau tetap nekat memakannya, Anda bisa mengalami iritasi organ pencernaan.
4.  Hindari Tumbuhan yang mengandung banyak getah.
Tumbuhan bergetah biasanya gatal dan menyebabkan keracunan.
5.  Hindari tumbuhan yang berbau tidak sedap atau menyebabkan pusing
6.  Carilah umbi dari tanaman
Misal: bengkoang, talas, kentang, dll
7.  Carilah Batang yang dapat dimakan.
Misal: tebu, rebung, batang pisang, dll
8.  Carilah Daun yang dapat dimakan
Misal: selada air, daun paku, daun singkong, daun pakis, dll
9.  Jika terpaksa carilah Jamur.
Hindari yang berwarna mencolok, baunya menyengat, mengeluarkan getah, tumbuh di kotoran hewan dan berbintik-bintik kontras.





Setelah anda menyeleksi calon makanan itu, sebelum anda makan sebaiknya anda rebus terlebih dahulu sampai matang.

Namun jika anda masih curiga dengan tumbuhan yang sudah anda seleksi tadi, anda dapat mengetes sekali lagi apakah Tumbuhan dan Jamur yang anda temukan memang dapat anda makan.

Berikut tipsnya supaya terhindar dari kesalahan menemukan calon bahan makanan:

Coba sayat dan gesekkan calon makanan pilihan Anda di telapak tangan dan tunggulah sekitar 5-10 menit. Jika menimbulkan iritasi jangan dikonsumsi karena bisa berbahaya untuk pencernaan. Rasa gatal itu akibat zat-zat yang terkandung di dalam daun itu. Artinya zat-zat tersebut tidak ramah untuk tubuh manusia.Jika tes pertama lolos, sayat tumbuhan itu kemudian oleskan di pipi, tunggu 5-10 menit. Jika menimbulkan rasa gatal, berarti anda wajib menghindarinya.Jika tes kedua lolos, sayat sekali lagi da oleskan di permukaan bibir anda, tunggu 5-10 menit. Jika menimbulkan gatal atau bercak-bercak di sekitar bibir, berarti anda harus membuangnya.Jika tes ketiga lolos, anda mulai dapat mencicipinya sedikit, kemudian tunggu 5-10 menit. Jika terasa gatal atau panas di tenggorokan atau mual atau pusing. Segera hentikan dan buang.Jika tes keempat lolos anda dapat mulai memasaknya dengan sedikit garam untuk menetralisir kemungkinan bakteri dan racun yang ada. Kemudian anda dapat nikmati makanan itu.

Bagaimana Cara Menemukan Air di Hutan?


Sedang untuk memperoleh air anda dapat mendapatkannya dengan:

- Mengumpulkan dari embun pagi.
- Dari air hujan.
- Dari tetes air di ujung-ujung daun.
- Dari cerukan atau retakan batu.
- Dari perasan lumut.
- Dari buah atau tanaman yang mengandung       banyak air.

Semoga ulasan ini dapat menjadi sedikit bekal pengetahuan agar kita tidak panik dan tetap dapat bertahan hidup jika kita tersesat di hutan dan tidak lagi memiliki makanan dan air lagi.

Sebab dengan makan dan minum diharapkan kita akan tetap dapat berpikir memecahkan masalah atau untuk mencari cara agar bantuan datang.

Pendaki Gunung Bukan Pecinta Alam Sejati

Apa itu arti Pecinta Alam


Sadarkah kalian sadar apa itu makna kata-kata " pecinta alam"
Ingatlah bahwa pendaki gunung itu banyak bahkan siapapun serta dari kalangan manapun bisa mendaki gunung.

Banyak orang mengatakan bahwa pendaki gunung itu identik dengan "sahabat alam" bahwa pendaki gunung itu gagah, sekilas pendaki gunung itu memiliki jiwa ke "gagahan" karena tidak semua orang mampu menerjal/melewati medan pegunungan yang begitu ekstreme serta kesabaran mereka dalam menempuh pendakian hingga menuju puncak.

Apakah pendaki gunung itu pecinta alam? Apa kalian tahu makna pecinta  alam?
Ingat lah banyak pendaki gunung yang tidak mengetahui arti makna pecinta alam.

Perbedaan tersebut sangatlah nyata serta dapat kalian lihat sendiri dengan kedua mata kalian.
Ketika seorang pendaki gunung menyatakan bahwa ia sudah menaklukan gunung tertinggi dengan bukti bukti yang real (nyata) apakah kalian akan percaya?

Mungkin sebagian besar para pendaki gunung akan percaya, kalian tahu apa makna yang saya tulis di atas? Ingat tidak ada seorang pun pendaki yang mampu/bisa menaklukan gunung!

Niat kalian sudah salah jika kalian ingin menaklukan gunung, karena gunung itu bukan untuk di taklukan tapi gunung itu untuk di nikmati, tujuan mendaki gunung yaitu untuk belajar kemandirian, kepribadian dan yang utama yaitu niat kita untuk menikmati keindahan kuasa sang maha pecipta. Hanya segelintir pendaki bodoh yang niatnya hanya untuk menaklukan gunung serta berfoto-foto selfie!

Pendaki gunung banyak "pecinta alam" itu sedikit. Memang benar sobat saya kana kasih contohnya sepeti dampak dari pendaki gunung yang tidak bertanggung jawab terhadap sampah bekas dirinya sendiri yang di tinggalkan/di buang sembarangan, ketika seorang pendaki membauang sampah sembarangan sudah jelas mereka melanggar  "kode etik pecinta alam" sudah jelas bahwa banyak pendaki gunung yang merusak alam! Diantaranya
-membuang sampah sembarangan
-banyak pepohonan yang merintis kesakita karena ulah pendaki (dirusak)
-kurangnya sopan santun para pendaki pada saat melakukan pendakian.

Ingat sekali lagi bahwa pendaki gunung itu banyak siapapun bisa mendaki, tapi pendaki yang memiliki makna "pecinta alam" sedikit/susah!

Setiap pendakian entah dimana, kapanpun dimana pun bahkan di seluruh negri pasti banyak kejanggalan kejanggalan makna yang akan kalian alami.

Jangan salahkan alam, salahkan diri kita sindiri karena kita semua sebagai pendaki gunung kurang yang kurang menghargai alam.

Sekarang ini alam sedang menangis sadar lah bahwa alam korban keangkuha kita, maafkanlah mereka yang tak mau mengerti arti kehidupan.